MA:YUSUF NOVAN JASNAN 
NO ABSEN:35NA
KELAS:X ATU 3

TEMA:berfikir komputasional

materi:decompotision (pemecahan masalah) pattern recoginitin (pengenalan pola) abstraction (abstraksi) dan algorithm design (desain algoritma)

Berpikir Komputasional: Skill Penting yang Ternyata Dipakai Juga di Dunia Peternakan Unggas ATU SMK N 1 Kedawung Sragen

Kalau dengar kata “berpikir komputasional”, banyak yang langsung bayangin anak-anak komputer dengan laptop di tangan. Padahal, cara berpikir ini sebenarnya gampang dan kepake banget di dunia nyata—termasuk di jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

Di ATU, kita sering ketemu masalah: ayam stres, pakan cepat habis, suhu kandang nggak stabil, produksi telur naik turun, jadwal vaksin bentrok, dan sebagainya. Nah… agar nggak pusing tujuh keliling, kita butuh cara berpikir yang runtut dan efektif.

Itulah yang disebut Berpikir Komputasional.
Konsep ini punya empat langkah utama:

  1. Decomposition (Memecah Masalah)

  2. Pattern Recognition (Mengenali Pola)

  3. Abstraction (Menyaring Informasi)

  4. Algorithm Design (Membuat Langkah Kerja)

Mari kita bahas satu per satu dengan contoh dari kehidupan nyata anak ATU SMK N 1 Kedawung Sragen.


1. Decomposition — Memecah Masalah Jadi Bagian Kecil

Bayangin kamu disuruh guru untuk menyiapkan kandang broiler untuk periode pemeliharaan baru.
Kalau dilihat sekilas, rasanya berat banget.
Tapi kalau di-decomposition alias dipecah menjadi tugas-tugas kecil, hasilnya jauh lebih gampang.

Contoh nyata di ATU:

Tugas besar: Siapkan kandang untuk 1.200 ekor ayam pedaging.

πŸ“Œ Setelah dipecah:

  • Bersihkan kandang dari kotoran periode sebelumnya

  • Ganti sekam dan ratakan

  • Pasang brooder (pemanas)

  • Cek gas/LPG untuk brooder

  • Isi tempat pakan dan tempat minum

  • Siapkan larutan gula/vitamin untuk DOC

  • Set suhu 32–35°C

  • Sterilisasi peralatan

  • Catat persiapan awal

Dari satu tugas yang menakutkan, berubah jadi langkah-langkah kecil yang tinggal dicicil.

Ibarat mau makan ayam bakar utuh—kalau nggak dipotong-potong dulu, ya repot. Tapi kalau sudah dicuil, tinggal hap!


2. Pattern Recognition — Menemukan Pola yang Sering Terjadi

Di peternakan, banyak hal yang sebenarnya berulang. Kalau kamu jeli, kamu bisa melihat polanya.

Contoh nyata di ATU:

Misalnya kamu mengamati beberapa periode pemeliharaan broiler:

  • Minggu 1: Ayam gampang stres kalau suhu turun

  • Minggu 2: Pakan mulai cepat habis

  • Minggu 3: Perbedaan bobot mulai kelihatan

  • Minggu 4: Konsumsi air meningkat

  • Suhu terlalu panas = ayam menjauh dari brooder

  • Suhu terlalu dingin = ayam bergerombol di tengah

Dari sini muncul pola:
➡️ Ayam butuh kondisi hangat dan stabil di minggu pertama
➡️ Pertumbuhan cepat terjadi di minggu 2–3
➡️ Tanda stres selalu muncul lewat perilaku

Dengan mengenali pola, kamu bisa mengambil keputusan lebih cepat:

  • Tambah pakan sebelum jamnya kalau sudah terlihat habis

  • Cek suhu secara berkala di pagi dan sore

  • Pisahkan ayam kecil lebih awal

Kayak tahu pola temanmu yang tiap pagi “izin ke kantin dulu”—ya kamu tinggal maklum saja. Ternak pun punya pola-pola khas begitu.


3. Abstraction — Fokus pada Informasi yang Penting Saja

Di kandang, informasi bisa banyak banget. Tapi nggak semuanya perlu diperhatikan.
Nah, abstraction membantu kita memilah mana yang penting dan mana yang bisa diabaikan.

Contoh nyata di ATU:

Masalah: Ayam stres dan konsumsi pakan menurun.

Faktor penyebab bisa:

  • Suhu terlalu dingin

  • Ventilasi buruk

  • Pakan berkualitas rendah

  • Keributan di sekitar kandang

  • Lalat masuk

  • Baju praktikan warnanya mencolok

  • Temanmu bersuara keras

  • Bau parfum yang menusuk

Yang benar-benar penting biasanya cuma:
➡️ Suhu
➡️ Ventilasi
➡️ Kualitas pakan
➡️ Ketersediaan air minum

Yang lain? Bisa diabaikan.

Dengan abstraksi, kamu tidak buang waktu memikirkan hal sepele.

Ibarat kamu mau ujian, yang dipelajari ya materi inti. Bukan bentuk rambut atau warna sepatu temanmu.


4. Algorithm Design — Menyusun Langkah-langkah yang Runtut

Setelah mengumpulkan informasi, mengenali pola, dan menyaring hal penting, langkah terakhir adalah membuat urutan kerja yang jelas.

Ini penting banget di ATU supaya kegiatan pemeliharaan tidak kacau.

Contoh algoritma: SOP Pemberian Pakan DOC

  1. Cuci tangan sebelum masuk kandang

  2. Cek suhu brooder

  3. Siapkan pakan starter di tray feeder

  4. Taburkan pakan secara merata

  5. Pastikan air minum berisi vitamin

  6. Amati perilaku DOC (menyebar/berkumpul)

  7. Catat jumlah pakan yang diberikan

  8. Bersihkan sisa pakan sebelum pemberian berikutnya

Dengan algoritma yang jelas:

  • Kamu lebih disiplin

  • Kesalahan lebih sedikit

  • Temanmu gampang mengikuti SOP yang sama

  • Hasil pemeliharaan lebih stabil

Ibarat bikin es teh manis—kalau langkahnya kebalik (air dulu, gula belakangan), ya jadi olahraga tangan muter-muter sendok.


Kenapa Berpikir Komputasional Penting untuk Siswa ATU?

✔ Membuat pekerjaan kandang lebih rapi dan terstruktur
✔ Membantu mengambil keputusan lebih cepat
✔ Meningkatkan hasil pemeliharaan
✔ Membantu analisis ketika terjadi masalah
✔ Kepakai banget saat praktek, PKL, bahkan kerja di perusahaan unggas

Dengan berpikir komputasional, kerja di kandang jadi jauh lebih efisien dan kamu terlihat lebih pro sebagai calon ahli peternakan unggas.


Penutup

Berpikir komputasional itu bukan sesuatu yang rumit. Justru ini adalah cara berpikir yang sangat cocok untuk menghadapi masalah-masalah sehari-hari, termasuk di dunia peternakan unggas.

Dengan menerapkan:

  • Decomposition

  • Pattern Recognition

  • Abstraction

  • Algorithm Design

kamu bisa bekerja lebih cepat, lebih rapi, lebih cerdas, dan lebih siap untuk dunia kerja.


Sebelum pergi…

πŸ’¬ Kalau kamu punya pengalaman menarik selama praktik di kandang ATU, tulis di kolom komentar ya!
Aku senang banget baca cerita kalian πŸ˜„

πŸ“Œ Jangan lupa juga mengunjungi postingan-postingan lain di blog ini—siapa tahu ada materi atau bacaan yang bisa bantu kamu belajar atau sekadar hiburan.

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat! 🐣✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Sampai Chicken Run! Pentingnya K3LH di Kandang Unggas (Curhatan Anak ATU SMK 1 Kedawung)

LITERASI DIGITAL